Kenaikan Harga Pupuk Bersubsidi Membuat Petani Tercekik


Saat ini kelangkaan pupuk menjadi momok bagi para petani di Desa Somosari. Pasalnya banyak petani mengeluhkan harga pupuk yang semakin lama semakin naik. Hal ini tentunya membuat mereka resah karena pupuk adalah salah satu bahan penting untuk kelancaran proses pertanian mereka, tanpa adanya pupuk tentunya membuat pertumbuhan produksi pertanian terhambat serta tidak efisien.

Para petani mengatakan kenaikan harga pupuk saat ini disebabkan kurangnya subsidi dari pemerintah serta distribusi pupuk yang berat sebelah. Pasalnya hanya petani padi yang bisa mendapatkan pupuk bersubsidi satu sak setiap tahunnya, sedangkan petani tambak harus membeli pupuk dengan harga yang sangat mahal. “jika ikan tidak dikasih pupuk membuat ikan sulit berkembang, itu membuat saya harus berhutang untuk membeli pupuk, kalau tidak begitu panen saya bisa gagal” kata bapak Maliki (31/8/2023).

Berikut perbandingan harga pupuk bersubsidi dan non-subsidi pada tahun 2023

Jenis Pupuk

Subsidi Per Sak

Non-Subsidi Per Sak

Urea

Rp90,000,00

Rp260,000,00

Phonska

Rp135,000,00

Rp260,000,00


Kenaikan harga pupuk juga membuat petani harus mengeluarkan biaya produksi lebih besar daripada sebelumnya. “ yang dahulunya saya hanya mengeluarkan biaya produksi sekitar empat belas sampai lima belas juta untuk sawah saya yang seluas dua hektar , sekarang saya mengeluarkan biaya sekitar dua puluh juta” ujar pak Maliki (31/8/2023). Dengan hasil panen yang tidak seberapa dibandingkan biaya produksi membuat para petani merasa dirugikan.

Para petani di Desa Somosari sempat beberapa kali melakukan aksi demo di Gedung bupati lamongan tetapi tidak membuahkan hasil, pemerintah tetap bersikap tak acuh dan seolah tidak peduli dengan masalah yang dihadapi oleh petani saat ini. Kelangkaan pupuk juga membuat beberapa oknum berlaku curang dengan cara memberikan harga yang sangat tinggi sekitar dua kali lipat harga normal. Serta adanya oknum yang memproduksi pupuk palsu dan disebar luaskan demi mendapat keuntungan untuk dirinya sendiri.

Para petani berharap pemerintah dapat lebih berfokus menangani masalah kelangkaan pupuk di industri pertanian Indonesia. Karena sektor pertanian merupakan kontributor tertinggi penyerapan tenaga kerja Nasional yaitu sekitar 29,9% dari total produksi aktif Indonesia.



Oleh: Siti Nor Shofiyah (23041184426) Ilmu Komunikasi 2023I


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Viral! Pesona Senja di Pantai Selatan Cocok untuk Relaksasi dengan Orang Tersayang